Inspiration for Everyone
"LEBIH BAIK HIDUP DENGAN SAMPAH, DARI PADA MENJADI SAMPAH"
Kata- kata yang menarik untuk disimak. Di zaman modern ini, banyak sampah yeng tercecer, baik itu sampak organik, sampah an-organik, maupun SAMPAH MASYARAKAT.
Berbicara mengenai sampah organik dan an-organik yang sekarang ini melimpah ruah, tak terlepas dari kepedulian masyarakat itu sendiri. Bagaimana tidak?? Orang- orang mengeluhkan adanya sampah yang berceceran di pinggir jalanankah, di sungaikah, di gotkah. Tapi, sebenarnya siapa yang membuang sampah di tempat- tempat itu? Mereka sendiri bukan?.
Mereka tidak menyadari akan hal itu, melakukan sendiri dan mengeluhkan sendiri. Bagaimana kalau kita mulai hidup bersih dari sekarang?. Memilah sampah dedaunan, kertas- kertas dan botol plastik, misalnya. Dedaunan dibuat kompos, kertas dan botol plastik dapat di reuse ( penggunaan ulang ) atau mungkin dapat juga di recycle ( didaur ulang ). Usaha itu setidaknya dapat mengurangi pemadatan sampah yang tidak hanya tertumpuk penuh di wilayah perkotaan, melainkan juga di daerah pedesaan, seiring dengan pengaruh kebiasaan modern di daerah tersebut.
Asalkan kita mau, semua bisa terjadi. Asalkan kita tidak menunda, semua itu juga bisa terjadi. Dan asalkan kita tidak "sok bersih", semua itu bisa terjadi pula. MEMULAI DARI DIRI SENDIRI, orang lain pada akhirnya juga akan mengikuti.
Second, sampah masyarakat. Tidak hanya preman, orang yang tawuran, pencopet, dan pembunuh saja yang menjadi sampah masyarakat. Bagaimana dengan koruptor? Merugikan masyarakat, dengan mencuri uang negara sampai bertriliun- triliun rupiah ( sekitar 39,3 triliun ). Uang yang harusnya bisa untuk memberikan 4,6 miliar beras untuk penduduk miskin, membangun 393.000 rumah sederhana, membangun 311.000 ruang kelas SD, atau mungkin menyediakan sekolah gratis untuk 68 juta anak SD dalam setahun, telah diraup oleh tikus- tikus keji yang tak punya perasaan. Terlalu egois, mementingkan diri sendiri.
| Jenis- Jenis Korupsi Menurut (UU No. 31/1999 JO UU No. 20/2001) |
Kesimpulannya, apapun yang kita lakukan, sekecil apapun itu. Asalkan kita ikhlas menjalaninya, dan dengan rutin mengerjakannya. Itu sangat bermanfaat untuk semua orang bahkan mungkin untuk negara itu sendiri. Dari pada kita hidup dengan mengoreksi kinerja pemerintah. Kenapa kita tidak mengoreksi kinerja kita sendiri.
Menjadikan kita sebagai orang yang berpotensi, dan tidak hanya mengandalkan uluran tangan dari pemerintah. Sesungguhnya, jika kita bekerja dengan giat dan tekun, kita dapat mengubah nasib kita. Bukan berarti orang- orang yang kurang mampu kurang berusaha.. Bisa jadi mereka ditakdirkan untuk seperti itu, tapi kalau kita memang berusaha lebih giat lagi. Kita juga bisa membelokkan takdir yang mulanya buruk menjadi lebih baik..
Komentar
Posting Komentar